Lihatlah bangku itu, yang basah setelah di guyur hujan
Kemarin kita pernah duduk berdua disana
Bercerita tentang luar angkasa dan dalamnya samudera
Kita dua sejoli yang tak suka membicarakan perasaan, meskipun hati kita saling menyatukan. Itu sudah cukup untuk menyakinkan
Setiap tetesan hujan itu bermakna memberi kehidupan, jadi jangan mengeluh ketika kebasahan
Seperti saat kita diatas motor dengan laju pelan, menerobos rentetan air hujan
Distraksi terjadi dalam gerimis, mengalihkan kedalam senyummu yang manis, lewat spion yang terkikis
"Apakah kamu kangen?" Ujarnya
Tidak, aku hanya spontan, mengingat kembali kenangan bersama orang yang takkan pernah aku lupakan
Aku tak peduli dengan kepergian
Meskipun gamang hadir dalam pikiran
Itu akan reda saat parasmu datang ke hadapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar