Aku introver banget orangnya.
Seorang introver sulit sekali bergaul dan kadang dia terganggu dengan orang-orang yang di luar ekspektasinya, yang tidak sefrekuensi. Tapi jika obrolan itu nyambung dia tidak akan berhenti untuk berbicara dengan orang yang tepat menurutnya.
Dalam diri seorang introver itu sering berpikir pesimis saat ingin berhadapan dengan orang lain, ya aku kadang suka gitu, dalam berbicara dengan orang lain saja aku berpikir "apakah aku tadi salah ngomong??? apakah ucapanku menyakitinya???" dan beberapa lagi apakah.
Ketika aku sendirian aku suka merenungkan bahwa aku harus berani untuk ramah dan ceria kepada orang lain. Have courage and be kind.
Bagaimana cara meyakinkan diri untuk berani menghadapi hasrat yang pada dasarnya introver? Ketika saya bertemu dengan orang baru saya bersikap seperti orang pada umumnya menyapanya dan mencoba membuat bercanda, dan jika orang itu mengerti dan satu frekuensi. Anjay. Pasti kita juga bakal nyaman dan jiwa introver itu bakal terlupakan tanpa kita mengingat, dan itu akan berlanjut ketika anda menemukan orang baru lainnya untuk bergaul dan menambah relasi.
Karena sistem pertemanan itu bajingan banget bro. Lu diam, lu bakal minim relasi, bahkan ada beberapa orang yang melihat seorang yang pendiam ini tidak bisa melakukan apa-apa. Dikira patung kali. Dan ada juga yang menganggapnya sampah peradaban. Heh ini sudah terlalu keras sih. Orang pendiam tak seperti yang dipikirkan, orangnya lemahlah, gak bisa apa-apalah. Lu belum tahu aja saat dia dengan seorang yang sefrekuensi dengannya.
Bukan diri mereka sendiri yang membuatnya menjadi pendiam, faktor lingkungan juga salah satunya yang menyebabkan mereka bisa terganggu. Waktu SMP masa-masa 2015an yang lagi ramai-ramainya tawuran dan kealayan gitu. Gue di cap sama teman-teman sebagai orang yang susah bergaul dan menganggap gue lemah. "Yang lemah tuh kalian, gue sendirian, kalian banyakan" kata gue. Teman gue gak pada berani duel satu lawan satu, mereka keroyokan. Busuk. Gue nyaman dengan cara gue sendiri waktu di SMP meski dikelilingi sedikit orang-orang yang masih bisa gue anggap teman/sahabat.
Dan ketika memasuki masa SMA gue punya teman sekelas yang mana dia ini pendiam tingkat akut. Di kelas dia tak punya teman dekat, dia sendirian terus, tidak ada sahabat mengobrol itu bagiku sudah bikin muak, sementara dia tetap tenang dan hidup meski tak di anggap di bangku pojok paling depan. Kami kadang membullynya, karena dia sekalinya ngomong itu pamer kekayaan, tanpa bukti bahwa dia kaya. Dia memang aneh, wali kelas kala itu juga bahkan tidak mengenali dia dan hanya benalu peradaban. Itu sebuah introver yang tidak baik. Kita ini manusia makhluk sosial, yang artinya kita hidup tidak sendirian kita hidup yang saling berinteraksi antara manusia satu sama lain, bukan malah mengasingkan diri dan menjauhi kodrat kita manusia sebagai manusia.
Jadi introver itu enak dalam situasi tertentu dimana kita bisa tenang untuk lebih memikirkan hal-hal dan berimajinasi untuk kedepan. Gue kadang seperti itu suka sekali kritis dan memikirkan hal-hal serta mengintepretasikan apa yang kita lihat sebelum kita bertindak. Introver tak selamanya mendiamkan peradaban, tidak selamanya menjadi beban, ia hanya butuh situasi yang nyaman, untuk bergerak dan meluangkan suatu tindakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar