Kamis, 16 Desember 2021

Kita beda, yaudah

Percaya gak, kalau perbedaan yang terjadi di dunia ini adalah rencana Tuhan untuk menilai tanggapan umatnya dengan adanya perbedaan itu bagaimana? 

Tuhan maha mengetahui. Ya memang benar, Tuhan lebih tahu tentang apa-apa dari pada umatnya. Nah, tinggal kitanya saja yang bagaimana menghadapi perbedaan yang Tuhan kasih, jika kita menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di lingkungan kita seperti budaya, ras, agama, atau bahkan perbedaan klub bola, maka Tuhan akan senang dan kita pun akan hidup tenang dengan banyaknya relasi dari sebuah perbedaan itu.

Sayidina Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata "Meski bukan saudara se-iman, tapi mereka adalah saudara kemanusiaan". Kita tidak boleh terlalu membanggakan diri dan golongan yang sepaham dengan kita sehingga malah mendiskriminasi golongan lain yang tidak sejalan dengan kita. Biar berbeda kita tetap saudara kemanusiaan dan dari satu akar yang sama yaitu Adam dan Hawa.

Kita harus hidup selaras dengan alam, dengan rasionalitas menghargai antar sesama manusia yang ada di alam dan bisa mengontrol kendali atas dirinya.
Tuhan berfirman dalam Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.". Manusia di bekali akal dan pikiran untuk menjaga hubungan keselarasan di alam, jika manusia tidak menggunakan akal dan pikiran mereka dengan tidak benar, maka mereka tidak ada bedanya dengan binatang.

Kebanyakan perang terjadi karena sebuah perbedaan dari abad ke abad perang terus berkecamuk itu atas dasar perbedaan. Jika semua orang rasional dan saling menghargai dari suku mana dia berasal, dari agama apa dia, atau dari penggemar bola apa dia, pasti peperangan tidak akan terjadi karena nalar/rasio mereka di gunakan dengan baik dan selaras dengan alam dan menganggap apa yang mereka perdebatkan itu bagian dari alam yakni perbedaan. Jadi untuk apa kita berperang/berantem hanya karena kita beda? Perbedaan akan terus ada kok, ngapain kita pusing mikir bahwa "dia beda kesukaan klub bola, saya tidak mau berteman dengan dia" 

Jika lo berpikiran seperti itu, hiduplo tidak akan tenang, dan selalu terselubung rasa cemas. Dia beda klub bola, tapi dia warga satu desa. Untuk apa kita bertengkar hanya karena hal sepele yakni, perbedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar