Selasa, 11 Januari 2022

Gundah gulana

Di sudut malam jalanan kota
Langka kaki menyusuri bangunan tua
Setiap jejaknya tertinggal letih
Yang menerpa raga dengan seutas perih

Temaram cahaya penolong dikala gelap
Dalam trotoar sunyi dan hening melahap
Dari belakang wanita teriak menyebut nama
Menghentikan langkah sang pemuda

Ia mendekat sunyi itu menjadi kehangatan
Ketika semua perasaan dileburkan
Menyatu dalam dekap
Tangis pecah di hadap 

Janji terucap kembali
Setelah hirap dalam kekecewaan tanpa henti
Dalam seribu keyakinan
Hati kembali melanjutkan hubungan

Tak ku sangka
Ini hanyalah kesalahpahaman
Yang menggetarkan perasaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar