Di sudut malam jalanan kota
Langka kaki menyusuri bangunan tua
Setiap jejaknya tertinggal letih
Yang menerpa raga dengan seutas perih
Temaram cahaya penolong dikala gelap
Dalam trotoar sunyi dan hening melahap
Dari belakang wanita teriak menyebut nama
Menghentikan langkah sang pemuda
Ia mendekat sunyi itu menjadi kehangatan
Ketika semua perasaan dileburkan
Menyatu dalam dekap
Tangis pecah di hadap
Janji terucap kembali
Setelah hirap dalam kekecewaan tanpa henti
Dalam seribu keyakinan
Hati kembali melanjutkan hubungan
Tak ku sangka
Ini hanyalah kesalahpahaman
Yang menggetarkan perasaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar