Suatu ketika di sebuah kampus, segelintir mahasiswa yang rasional mengkritik pihak kampus karena sebuah kebijakan dan program yang tak sesuai dan tak diresmikan. Ada beberapa wacana yang sudah 2 tahun ini belum jelas dan masih utopis. Yang katanya perubahan dari IAIN ke UIN, dan itu sudah tersebar luas dikalangan mahasiswa, bahkan saya saat masih kelas 11 SMA sudah mendengar kabar tersebut.
Saya mendengar kabar dari mahasiswa 2 tahun lalu, yang mana mereka sudah mempersiapkan diri dan menyorak sorai kabar gembira tersebut, dengan memasang kemeriahan twibon dan semacamnya untuk menuju pergantian nama kampus.
Namun beberapa hari kemarin, saya mendengar lagi kabar bahwa kampus ini tidak benar-benar menjadi UIN namun belom ke nama UISI, yang mana membuat telinga para warga kampus aneh mendengar kabar itu. Namun itu juga belum resmi di sahkan oleh pihak kampus dan atasannya.
Saat kelas 11 SMA saya dapat kabar bahwa nanti saat saya lulus SMA nanti IAIN akan naik kelas menjadi UIN, dan setelah saya masuk ada kesan kehambaran yang hinggap dalam diri. Saya tidak mempermasalahkan pergantian namanya, tapi saya mempertanyakan perihal kenapa kampus begitu labil?
Wacana pembelajaran secara luring juga belum sepenuhnya pasti, karena masih ada halangan tentang covid. Tapi akhir-akhir ini sudah tidak terlalu meyakinkan dan relevan lagi kabar tentang covid.
Kampus lain ada liburnya, sementara IAIN, tidak. Terlalu banyaknya kelas-kelas tambahan dan pembelajaran yang dicecar terus kepada mahasiswa yang membuat mahasiswa "endase mumet", ditambah platform yang disedian dari kampus sering error, masih Beta dan belum layak untuk disebarluaskan, sudah digunakan. Saya tahu bukan cuman mahasiswa yang merasakan dosen juga merasakan hal yang sama perihal platform pembelajarannya. Dalan platform tersebut tertulis "SIMPEL", Ndasmu simpel. Masih belum layak dipakai semua mahasiswa dibilang simpel, masih banyak kekurangan, itu butuh perbaikan, dariapada didiemin yang katanya simpel, tapi menyulut emosi para penggunanya, mending di perbaiki secepatnya.
Seperti tidak serius dan "paduanabae" dalam melayani. Bicara masalah pelayanan, ya lumayanlah. WC tiga, yang dibuka cuman satu. Parkiran yang masih tidak teratur difakultas saya.
Jangan terlalu labil, sat set atuhlah. Jangan terlalu banyak membebani mahasiswa dengan kebijakan-kebijakan, sudah cukup dengan mata kuliah yang full seminggu tidak ada libur, kecuali hari-hari besar Nasional.
Yaa pada dasarnya mau ga mau kudu dijalanin sih mas
BalasHapusIya memang, ini hanya bentuk keluh kesah yang saya tangkap dari argumen beberapa mahasiswanya
Hapus