Kamis, 24 Februari 2022

Tulis Pemalas



Sesekali aku ingin disibukkan dengan ketenangan, mencoba menyatukan diri dengan alunan suasana yang bersamaku. Sambil mendengarkan musik indie yang alunannya menggoda telinga untuk bersorak kegirangan saat nada puitis mengalun indah. 

Tapi aku hanya seorang pemalas yang risih dengan keramaian. Aku tidak bisa menyatakan cinta kepada seseorang bukan karena malu, tapi aku benar-benar malas.

Aku ingin mencoba bermain gitar, seperti idolaku Iwan fals dan Kurt cobain. Aku sebenarnya bisa seperti mereka, dengan memainkan petikan yang indah. Tapi aku sungguh malas

Menyender dikursi seraya menyender dalam singgasana kemalasan yang terperanjat dalam benakku dan mendekap seraya membisik 'nyamankan dirimu'. Bisikan itu lembut, selembut bibirmu saat kucumbu dengan gemulai.

Melawan kemalasan seperti melawan prajurit Romawi yang siap tempur di depan mata. Ya, kita harus berani menghabisinya dengan keyakinan bahwa kita bisa. Rasa itu akan sirna selama kita tidak terpaku pada suatu hal saja. 

Ada banyak hal untuk diapa-apain, "carilah kesibukan coba wahai diriku" ujarku selepas santai menyender dikursi ternyamanku. Kita perlu objek untuk menggerakkan diri kita dan objek itu haruslah penting dan punya impact pada diri.

Bergeraklah untuk beraktivitas selayaknya, jangan terkoyak dengan kemalasan yang menanti didepan mata. 

Yang jelas saat ini aku benar-benar malas gerak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar